KNKT minta terminal sediakan ruang istirahat pengemudi saat mudik

KNKT minta terminal sediakan ruang istirahat pengemudi saat mudik

KNKT minta terminal sediakan ruang istirahat pengemudi saat mudik
Arus mudik di terminal rawamangun. ©2014 Lintastoday
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) meminta agar pengelola terminal bus menyediakan ruang istirahat bagi pengemudi. Hal tersebut guna menekan angka kecelakaan lalu lintas di jalan raya selama arus mudik dan balik Lebaran. KNKT menilai penyediaan ruangan untuk pengemudi bus mutlak disediakan.

"Hampir 80-85 persen dari total kecelakaan selama arus mudik dan balik Lebaran, disebabkan faktor kelelahan pengemudi. Banyak sopir atau pengendara kendaraan bermotor memaksakan diri untuk sampai ke lokasi tujuan, tanpa mempedulikan batas kemampuan dirinya. Jadi untuk mengurangi resiko itu, pengelola terminal harus menyediakan ruang istirahat bagi pengemudi," ujar Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono, saat meninjau Terminal Tirtonadi, Kamis (2/6).

Soerjanto mengatakan, kelelahan pengemudi juga diakibatkan kurangnya waktu dan kualitas istirahat pengemudi saat menjalankan tugasnya. Seorang pengemudi, imbuh dia, membutuhkan waktu beristirahat minimal 8 jam dengan kualitas memadai, sebelum mengemudikan kendaraannya kembali.

"Kami merekomendasikan agar pengelola terminal membatasi operasional bus, khususnya saat arus mudik dan balik Lebaran mendatang. Satu bus harus stay di terminal minimal 8 jam, agar pengemudinya bisa beristirahat. Harus ada ruangan khusus bagi pengemudi yang hendak beristirahat. Kami masih sering menjumpai sopir bus yang beristirahat di dalam bagasi," tegasnya.

KNKT melakukan kunjungan ke Terminal Tirtonadi, Solo untuk melakukan pemantauan kesiapan penyelenggaraan arus mudik dan balik Lebaran 2016. Selain Kota Solo, mereka juga akan mengunjungi Lampung, Banyuwangi, Yogyakarta dan Semarang.
KOMENTAR. APA KOMENTAR ANDA?